
Film dokumenter ini menyoroti terjadinya proses kapitalisasi dalam 4 aspek yang terjadi di Yogyakarta; pendidikan, budaya, ruang sosial, dan ekonomi berorientasi padat kapital. Ditandai dengan pendidikan yang semakin elitis-formal, festival sekaten yang komersial dan semakin mengabur pesan-pesan spiritual dan budayanya, jual beli trotoar dan menyempitnya ruang publik digantikan tempat-tempat parkir, relasi pendatang-anak kos yang semata-mata relasi ekonomi, tumbuhnya berbagai mall, dan cerita tentang ancaman penambangan besi di daerah pesisiran kulonprogo oleh perusahaan asing yang melibatkan keluarga keraton dan pakualaman. Film disertai wawancara pakar pendidikan, mahasiswa, pemilik kos-kosan, dinas kebudayaan, bakul pasar, petani lahan pesisir, dan keluarga pakualaman.
Judul: Kapitalisme Mengebom Kota Yogyakarta
Produksi: STPN dan LiBBRA, Maret 2009
Durasi: 31 menit
Tim Kreatif: A. N. Luthfi, Diar Chandra Tristiawan, Y. Matahari, Dian Andika Winda, M. Nazir, Amin Tohari